Sunday, January 10, 2010

State of War

"The Secret History of the CIA and the Bush Administration' "

Buku Baru Tentang Operasi Rahasia AS


Sebuah buku terbaru tentang operasi rahasia CIA di Iraq. State of War:The Secret History of the CIA and the Bush Administration' hanya ambisi pemerintah Bush Sebuah buku baru tentang operasi rahasia pemerintah AS terhadap terorisme membeberkan bagaimana CIA (Badan Intelijen Pusat) merekrut seorang pakar ilmu bius warga Iraq-Amerika di tahun 2002 untuk mendapatkan informasi dari abangnya, seorang tokoh yang menangani program nuklir Saddam Hussein. Dr. Sawsan Alhaddad dari Cleveland mengadakan perjalanan berbahaya ke Iraq demi CIA. Buku itu mengatakan saudara laki-lakinya terkejut dengan pertanyaannya soal program nuklir karena, katanya, program tersebut telah dihentikan selama satu dekade (sepuluh tahun).



Wartawan New York Times (NYT) James Risen menuliskan anekdot tersebut untuk menggambarkan bagaimana CIA sengaja mengabaikan informasi bahwa Iraq tidak lagi memiliki senjata penghancur massal. Bukunya yang berjudul 'State of War: The Secret History of the CIA and the Bush Administration' menggambarkan operasi rahasia perang terorisme yang dilancarkan pemerintah Bush. Pengungkapan terang-terangan dalam buku itu menjadi inti laporan ekstensif suratkabar NYT tentang kebijakan menyadap telepon yang dilakukan Badan Keamanan Nasional (NSA). Buku tersebut mengatakan Dr. Alhaddad pulang ke negaranya pertengahan September 2002 dan melakukan serangkaian pertemuan dengan analis CIA.


Dia menyampaikan informasi dari saudara laki-lakinya itu bahwa tidak ada lagi program nuklir di Irak. Seorang tokoh CIA kemudian mengatakan kepada suami Dr. Alhaddad bahwa badan itu meyakini saudara laki-lakinya itu berbohong. Secara keseluruhan, buku itu mengatakan, sekitar 30 anggota keluarga Iraq kembali ke negara asal mereka untuk menghubungi para pakar senjata Iraq, dan mereka semua melaporkan program itu sudah dihentikan. Oktober 2002, sebulan setelah perjalanan dokter tersebut ke Baghdad, badan intelijen AS itu mengeluarkan Perkiraan Intelijen Nasional yang menyimpulkan Iraq memulai kembali program nuklirnya. Dalam buku itu, yang mengutip secara luas narasumber tak bernama, Risen mengatakan program mata-mata NSA dilakukan tahun 2002 setelah CIA mulai menangkapi tokoh-tokoh penting --yang selalu disebut AS sebagai Al-Qaidah di luar negeri-- dan mengambil komputer, telepon selular dan telepon pribadi mereka. CIA kemudian menyerahkan nomor telepon dan alamat e-mail dari alat komunikasi tersebut kepada NSA, yang kemudian mulai memantau nomor telepon tersebut, kata buku itu, yang mengatakan hal ini mengarah kepada perluasan pemantauan, baik di luar negeri dan di AS sendiri. Dalam bab lain tentang sebuah 'operasi merah', buku itu mengatakan seorang tokoh CIA secara keliru mengirim seorang dari sejumlah agen Irannya yang bisa digunakan untuk mengidentifikasi setiap mata-mata yang dimiliki badan intelijen itu di Iran. Buku itu mengatakan sang agen tersebut ternyata seorang agen ganda yang kemudian menyerahkan data tersebut kepada pejabat keamanan Iran. Buku itu mengatakan informasi tersebut mengacaukan jaringan mata-mata CIA di Iran, dan mengutip sumber CIA yang mengatakan akibatnya beberapa agen AS ditangkap dan di penjara.

Selengkapnya...

Confessions of an Economic Hit Man


(Pengakuan seorang Preman Ekonomi) Penulis buku: John Perkins Penerbit : Berrett-Koehler Publishers, Inc., San Francisco ISBN : 1-57675-301-82004 250 hlm Secara sederhana, judul buku berbahasa Inggris ini bisa diterjemahkan sebagai “Pengakuan seorang Preman Ekonomi” -- mungkin terdengar kurang ilmiah, atau kurang mengikuti peristilahan formal ilmu ekonomi. Dalam bahasa Inggris, Economic Hit Man—atau dalam buku ini disingkat menjadi EHM—juga tidak dikenal wacana ekonomi umum. Di sinilah letaknya keunikan buku ini: melalui pengakuannya ini, John Perkins menguak tabir rahasia yang menutupi berbagai rekayasa politik ekonomi serta strategi korporatis yang kini dikenal sebagai globalisasi. Buku ini menceritakan pengalaman penulis sendiri yang pada tahun 1970an dan 1980an bekerja sebagai konsultan ekonomi, khususnya membuat prediksi perekonomian (economic forecaster), pada P.T. MAIN, perusahaan yang bergerak di bidang perlistrikan dan pada tahun 1970an awal (jadi pada awal berdirinya Orde Baru di bawah Soeharto) membuka kerjasama dengan Perusahaan Listrik Negara Indonesia.
Perkins sendiri direkrut oleh perusahaan tersebut untuk memulai kariernya sebagai EHM dengan penugasan pertama ke Indonesia untuk membangun sistem perlistrikan baru untuk melayani bidang perindustrian (ringan) yang sedang dirancang. Barangkali isu yang paling penting dalam buku ini ialah bagaimana berbagai proyek pembangunan—dan terutama pembangunan infrastruktur yang saat ini sedang melejit lagi—menjadi sarana untuk menjerat negara-negara yang sedang membangun dalam libatan hutang tanpa ujung, hutang yang menyengsarakan rakyat sambil menambah kekayaan korporasi. Di Amerika, si penulis mengalami kesulitan mencari penerbit. Kalangan penerbit mainstream rata-rata menolak menerbitkan naskahnya. Penerbit yang berminat mengatakan bisa menerbitkan kalau diterbitkan sebagai karya fiksi, bukan sebagai laporan kenyataan, apalagi sebagai pengakuan. Akhirnya, buku ini diterbitkan oleh pers alternatif kecil di San Francisco yang tidak dimiliki korporasi internasional. Keresahan penerbit yang menolaknya dapat dibayangkan dari pembukaan buku ini:“Economic hit men (EHMs—Preman Ekonomi) adalah profesional2 dengan bayaran tinggi yang melakukan penipuan bernilai trilyunan dollar terhadap negara-negara di seantero bumi. Mereka menyalurkan uang dari Bank Dunia (World Bank), U.S. Agency for International Development (USAID-Badan Amerika Serikat untuk Pembangunan Internasional, sebuah badan pemerintah), dan organisasi2 “bantuan” lainnya supaya masuk ke pundi2 korporasi2 besar dan kocek segelintir keluarga kaya yang mengendalikan sumberdaya alam seluruh planit bumi. Alat-alatnya termasuk laporan2 keuangan palsu, pemilihan umum yang direkayasa, uang sogok, sumbangan2 paksa, sex, dan pembunuhan. Mereka memainkan sebuah permainan yang sudah setua imperium, tetapi yang sekarang telah mempunyai dimensi2 baru yang sangat mengerikan dalam masa globalisasi ini.Sudah sepantasnya saya tahu; saya sendiri seorang EHM.”Buku tersebut didedikasikan penulis kepada presiden dari dua negara yang pernah menjadi kliennya: Jaime Roldos, presiden Ecuador, dan Omar Torrijos, presiden Panama, yang keduanya tewas dalam kecelakaan kendaraan. Menurut penulis, kematian mereka bukan kecelakaan; mereka sebenarnya dibunuh karena menentang konspirasi korporasi, pemerintah dan kepala2 bank yang bertujuan mendirikan imperium global. Karena para EHM sendiri tidak berhasil mengubah haluan politik ekonomi Roldos dan Torrijos, maka pembunuh2 yang direstui CIA mengambil alih tugas mereka.Kutipan di atas ditulis untuk pertama kali pada tahun 1982, tetapi setiap kali, si penulis menerima ancaman atau sogokan besar untuk menghentikan pekerjaannya itu. Seorang penerbit mainstream sangat tertarik pada buku itu tetapi ia terpaksa menolaknya karena ia tahu bahwa ia tidak bisa mengambil risiko menerbitkan buku itu karena kepala-kepala eksekutifnya tidak akan menyetujuinya. Si penulis bercerita bagaimana pelatihnya (seorang perempuan bernama Claudine) mengatakan, “Tugasku ialah untuk membentukmu menjadi seorang preman ekonomi. Tidak seorang pun yang boleh mengetahui keterlibatanmu, bahkan isterimu tidak boleh.” Cerita mengenai Claudine ini membeberkan cara2 rekayasa yang dipakai dalam rekrutmen dan pelatihan EHM: “Ia cantik dan pandai, dan sangat efektif; ia memahami kelemahan2ku dan menggunakannya sebagai peluang besar. … Claudine tidak menggambarkan tugas2ku dengan halus. Tugasku, katanya, ialah ‘untuk mendorong supaya pemimpin2 dunia menjadi bagian dari jaringan luas yang memajukan kepentingan ekonomi AS. Pada akhirnya, pemimpin2 itu akan terjerat dalam libatan hutang dan ini menjamin loyalitas mereka. Kami akan bisa menggunakan mereka kapan saja kami inginkan—untuk memenuhi kebutuhan2 politik, ekonomi atau militer kami. Sebaliknya, mereka memperkuat posisi politik mereka dengan cara memberi zona2 industri modern, pembangkit tenaga listrik, dan lapangan terbang kepada rakyat mereka. Pemilik2 perusahaan engineering/konstruksi AS akan menjadi amat sangat kaya.”Lanjut Perkins,“Sekarang ini kita melihat hasil2 sistem ini yang sudah mengamuk tanpa batasan. Para eksekutif di perusahaan2 kami yang paling dihormati menyewa orang dengan upah mirip dengan upah hamba untuk bekerja dalam kondisi tak manusiawi di gudang2 keringat Asia. Perusahaan2 minyak semau-maunya membuang limbah racunnya ke dalam sungai2 hutan, dengan sadar membunuh manusia, hewan dan tanaman, dan melakukan genosida terhadap kebudayaan2 kuno. Industri pharmaci menolak memberikan obat2an yang menyelamatkan kepada berjuta orang Afrika yang kena HIV. Duabelas juta keluarga di Amerika Serikat sendiri kekurangan pangan. Industri enerji mencipta Enron. Industri akuntansi mencipta Anderson. Rasio pendapatan 1/5 penduduk dunia di negara2 terkaya dengan pendapatan 1/5 penduduk dunia termiskin melejit dari 30 banding 1 pada tahun 1960 menjadi 74 banding 1 pada tahun 1995. Amerika Serikat mengeluarkan lebih dari $87 milyar untuk berperang di Irak, sementara PBB memperkirakan bahwa dengan jumlah yang tidak sampai separuh jumlah itu, kita bisa menyediakan air bersih, gizi yang layak, layanan sanitasi, dan pendidikan dasar bagi setiap manusia di bumi.”Dan Perkins bertanya: “Dan kami heran kenapa kami diserang teroris?”Sebagai seorang preman ekonomi, Perkins bertanggungjawab untuk membuat forecast ekonomi untuk proyek besar (di Indonesia, proyek listrik) yang mendukung proyek pembangunan tersebut. Segala hal yang tidak mendukung, tidak boleh dimasukkan, terutama dampak negatif bagi penduduk yang sudah miskin. Perkins bercerita bagaimana seorang forecaster ekonomi senior Amerika dipecat karena hanya membuat “load forecast” (untuk menghitung proyeksi kebutuhan beban listrik) sebesar 8% per tahun. “Delapan persen setahun. Itulah load forecast yang dibuatnya. Percayakah anda? Dalam negara yang begitu potensial seperti Indonesia!” (hal. 52). Lanjutnya, “Charlie Illingworth mengatakan bahwa forecast ekonomi anda tepat sekali dan akan membenarkan pertumbuhan beban listrik antara 17 dan 20%. Tepatkah itu?’“’Saya mengatakan itu tepat.Ia berdiri dan menjabat tanganku. ‘Congratulations. Kamu baru mendapat promosi.’” (hal 53). Setelah itu si penulis bekerja keras untuk menghasilkan forecast yang dibutuhkan. “Saya memusatkan perhatian pada penulisan laporan mengenai ekonomi Indonesia dan mengubah forecast beban Howard (ekonomi yang dipecat). Saya menghasilkan jenis studi yang diinginkan para boss saya: pertumbuhan pada permintaan listrik rata2 19 percent per tahun sepanjang 12 tahun setelah sistem baru diselesaikan, menurun menjadi 17 persen selama 8 tahun berikutnya, kemudian stabil pada tingkat 15 persen untuk sisa masa proyeksi yang seluruhnya berjangka 25 tahun.” Ketika ia sendiri mengalami keraguan, ia mengingat nasehat yang pernah diberi Claudine: “Siapa yang bisa melihat 25 tahun ke depan?...Tebakanmu sama sahnya dengan tebakanku. Percaya diri adalah segala-galanya.” Dengan modal percaya diri ini, laporannya diterima dan menentukan pembangunan infrastruktur listrik untuk Indonesia. Dan siklus jerat hutang bermilyar dollar yang masih mengancam kehidupan warganegara sampai hari ini. Subsidi BBM dicabut, pendidikan umum dan kesehatan diswastakan. Masalah2 besar ini yang sesungguhnya merupakan ancaman terbesar yang membuat masyarakat resah dan merasa tak aman. Buku ini juga bercerita mengenai keterlibatan penulis dalam proyek2 pembangunan di Arab Saudi, keterlibatan para EHM di Iran dan di negara2 Amerika Tengah dan Selatan. Kadang2 memang terasa menjadi sangat pribadi, tapi justru kelihaian yang merekrut preman2 ini ialah menggunakan kerinduan2 pribadi, kerinduan akan kasih sayang, akan nama terhormat, akan kekayaan.

Confessions of an Economic Hit Man
Barangkali Anda tertarik dengan teori konspirasi, terutama yang ada kaitannya dengan bisnis global dan ekonomi dunia. Teori ini, meskipun saya pribadi menganggap "biasa-biasa" saja, tetapi mungkin cukup menarik untuk dibaca dan direnungkan. Dan ya, berikut saya kutipkan transkrip wawancara dengan John Perkins, mantan anggota "perusak ekonomi" (economic hit men) yang baru saja merilis buku berjudul Confessions of an Economic Hit Man.Kami mewawancarai John Perkins, mantan anggota terhormat komunitas bankir internasional. Dalam bukunya Confessions of an Economic Hit Man, ia menjelaskan bagaimana sebagai seorang profesional yang dibayar mahal, ia membantu Amerika mencurangi dan menipu negara-negara miskin di dunia dengan trilyunan dolar, meminjamkan mereka utang yang melebihi kemampuan mereka untuk membayar, dan kemudian menguasainya. Berikut transrip wawancaranya.John Perkins menceritakan dirinya sebagai mantan "anggota perusak ekonomi" (economic hit men) - seorang profesional yang dibayar mahal untuk mencurangi negara-negara di dunia dengan triliunan dolar. (Sebenarnya) 20 tahun yang lalu Perkins telah memulai menulis buku dengan judul, Conscience of an Economic Hit Men.Perkins menulis, "Buku ini didedikasikan untuk presiden di dua negara, mereka yang telah menjadi klien dan saya sangat respek pada spirit kebaikannya, yaitu Jaime Roldós (presiden Ekuador) dan Omar Torrijos (presiden Panama). Keduanya terbunuh dalam kecelakaan yang mengerikan. Kematian mereka bukan karena kecelakaan. Mereka dibunuh karena mereka menolak bekerjasama dengan perusahaan, pemerintahan, dan pimpinan perbankan yang mempunyai tujuan menjadi imperium dunia (Amerika). Kami para perusak ekonomi (economic hit men), telah gagal mempengaruhi Roldós dan Torrijos, dan para perusak "jenis yang lain" yaitu CIA-"serigala pengeksekusi" yang selalu di belakang kita, kemudian melakukan tindakan.John Perkins meneruskan: "Saya dibujuk untuk menghentikan menulis buku itu. Saya telah memulainya empat kali selama dua puluh tahun ini. Pada tiap kejadian besar dunia, hal itu selalu mempengaruhi saya untuk menulis lagi: invasi Amerika ke Panama tahun 1980, Perang Teluk pertama, Somalia, dan kebangkitan Osama bin Laden. Tetapi, ancaman atau sogokan selalu membuat saya berhenti."Tapi kini, Perkins akhirnya mempublikasikan kejadian yang dialaminya. Buku ini diberi judul Confessions of an Economic Hit Man. John Perkins bersama kami di studio Firehouse.AMY GOODMAN John Perkins bergabung dengan kami di studio Firehouse. Selamat datang di Democracy Now!JOHN PERKINS Terima kasih Amy. Senang sekali bisa di sini.AMY GOODMAN Ini sebuah keberuntungan, membuat Anda bersama kami. Oke, jelaskan makna kata ini, "economic hit man" EHM., seperti halnya Anda menamakannya.JOHN PERKINS Pada dasarnya apa yang dilatih kepada kami dan apa pekerjaan kami adalah untuk membangun imperium Amerika. Membawa, merekayasa situasi dimana berbagai sumberdaya (dunia) sebisa mungkin keluar dan menuju negara ini (Amerika), menuju berbagai perusahaan kita, dan menuju pemerintahan kita, dan nyatanya kami telah mengerjakan dengan begitu berhasil. Kami telah membangun imperium terbesar dalam sejarah dunia. Ini dikerjakan lebih dari 50 tahun sejak Perang Dunia II, dengan kekuatan militer yang benar-benar sangat kecil. Hanya suatu kejadian yang amat jarang, yaitu Irak, dimana serbuan kekuatan militer sebagai tindakan paling akhir. Imperium ini, tidak seperti berbagai sejarah lain dunia, telah dibangun terutama melalui manipulasi ekonomi, melalui pencurangan, melaui penipuan, melalui bujukan sehingga mereka mengikuti jalan kita, melalui para economic hit men. Saya adalah salah satu bagian utama dari hal itu.AMY GOODMAN Bagaimana Anda bisa terlibat? Untuk siapa Anda bekerja?JOHN PERKINS Saya direkrut ketika saya kuliah bisnis di akhir 1960-an oleh Badan Keamanan Nasional (National Security Agency, NSA), institusi terbesar Amerika dan jarang dipahami sebagai organisasi mata-mata, tetapi sepenuhnya saya bekerja pada perusahaan swasta. Economic hit man yang pertama telah pulang kembali pada awal 1950-an, dimana Kermit Roosevelt (cucu dari Teddy) berhasil menumbangkan pemerintahan Iran. Sebuah pemerintahan yang terpilih secara demokratis, yaitu pemerintahan Mossadegh. Majalah Times pernah menjadikan Mossadegh sebagai sosok terpilih dunia (person of the year). Roosevelt telah melakukan begitu sukses, tanpa ada darah yang tumpah -atau mungkin sedikit- tapi tanpa intervensi militer, hanya mengeluarkan jutaan dolar dan telah bisa mengganti Mossadegh dengan seorang Shah dari Iran.Pada situasi itu, kami memahami bahwa tujuan economic hit man sangatlah baik. Kami tidak perlu khawatir ancaman perang dengan Rusia, jika kami berhasil melakukan hal seperti itu. Persoalannya adalah, Roosevelt agen CIA. Ia adalah pejabat pemerintahan. Jika ia tertangkap, ia akan mendatangkan banyak kesulitan. Ini pasti akan sangat memalukan. Lalu, dengan mempertimbangkan ini, keputusan yang diambil kemudian adalah menggunakan organisasi seperti CIA dan NSA untuk merekrut orang-orang potensial menjadi economic hit man, seperti saya. Kemudian, mengirim kami untuk bekerja pada perusahaan konsultan swasta, perusahaan rekayasa (engineering), perusahaan konstruksi, jadi kalau kami tertangkap, maka tak ada hubungannya dengan pemerintah.AMY GOODMAN Oke. Jelaskan perusahaan tempat Anda bekerja.JOHN PERKINS Perusahaan tempat saya bekerja adalah perusahaan Chas. T. Main di Boston, Massachusetts. Di sana ada 2.000 pekerja, dan saya menjadi pimpinan ekonom. Saya mempunyai staf 50 orang. Tapi pekerjaan saya yang utama adalah pembuat transaksi (deal-making). Yaitu memberikan hutang pada negara lain, hutang raksasa, jauh lebih besar dari kemampuan mereka mengembalikan. Salah satu persyaratan dalam hutang itu —katakanlah dengan utang sebesar satu miliar dolar, kepada negara seperti Indonesia atau Ecuador— negara-negara itu akan memberikan kepada kita 90% dari hutang itu, kembali kepada sebuah perusahaaan Amerika, atau beberapa perusahaan Amerika, untuk membangun infrastruktur. Ada beberapa (perusahaan) yang sangat besar (Halliburton atau Bechtel). Perusahaan-perusahaan besar itu kemudian membangun sistem kelistrikan atau pelabuhan atau jalan tol, dan itu semua pada dasarnya hanya melayani (diakses) sebagian kecil penduduk, yaitu para orang-orang kaya di negara-negara itu. Rakyat miskin di negara-negara itu akan tetap saja terus berkubang, hidup dengan hutang raksasa yang tak mungkin dapat dibayar. Negara seperti Ekuador harus membayar hutang dengan 70% dari budget nasional mereka. Ini benar-benar terlalu berat bagi mereka. Lalu, kita meminta kompensasi minyak. Jadi, ketika kita ingin minyak, kita ke Ekuador dan tinggal menuntut, "Lihat, kamu tidak bisa membayar utangmu, maka berikan perusahaan-perusahaan minyakmu, hutan tropis Amazonmu yang dipenuhi minyak." Dan kini kita telah menguasai dan menghancurkan hutan tropis Amazon, menekan Ekuador untuk memberikannya kepada kita, karena mereka mempunyai hutang raksasa yang terakumulasi. Jadi kita buat hutang raksasa itu, sebagian besar akan kembali ke Amerika, sementara negeri itu (Ekuador) akan mendapat beban utang dengan bunga yang besar, dan menjadi pelayan kita, menjadi budak kita. Ini (Amerika) adalah sebuah imperium. Tak ada yang mengalahkannya. Ini adalah imperium raksasa. Ini benar-benar keberhasilan luar biasa.AMY GOODMAN Kita sedang berwawancara dengan John Perkins, penulis buku Confessions of an Economic Hit Man. Anda mengatakan karena sogokan dan alasan lain Anda tidak menulis buku ini dalam waktu lama. Apa maksud Anda? Siapa yang menyogok Anda atau siapa— apakah sogokan itu Anda terima?JOHN PERKINS Iya, saya menerima sogokan setengah juta dolar tahun 90-an untuk tidak menulis buku ini.AMY GOODMAN Dari?JOHN PERKINS Dari sebuah perusahaan besar rekayasa konstruksi.AMY GOODMAN Yang mana?JOHN PERKINS Bicara secara legal, ini bukanlah.. — Stoner-Webster. Bicara secara legal ini bukanlah sebuah sogokan, ini adalah.. - saya dibayar atas nama sebagai seorang konsultan. Ini semua legal. Tapi sebenarnya saya tak mengerjakan apa-apa. Saya sama sekali tak mengerjakan apa-apa. Ini sangat mudah dimengerti, seperti saya jelaskan dalam Confessions of an Economic Hit Man, itu adalah - saya adalah - itu mudah dimengerti ketika saya menerima uang itu sebagai konsultan mereka, saya tidak melakukan kerja berarti, tapi saya dilarang menulis buku apapun terkait dengan topik itu (pencurangan), ketika mereka mengetahui bahwa saya dalam proses penulisan buku ini, yang pada saat itu saya beri judul Conscience of an Economic Hit Man. Dan saya harus mengatakan pada kamu Amy, bahwa, kamu tahu, ini adalah kisah yang luar biasa - ini nyaris mirip cerita James Bond, betul-betul, dan maksud saya –AMY GOODMAN Tentu, itulah tentunya isi buku itu.JOHN PERKINS Iya, dan saat itu,… kamu tahu? Dan ketika saya direkrut NSA, mereka memeriksa saya seharian dengan mesin penguji kebohongan. Mereka menemukan semua kelemahan saya dan kemudian membujuk saya. Mereka menggunakan sarana yang paling kuat dalam kebudayaan kita yaitu seks, kekuasaan, dan uang, untuk mengalahkan saya. Saya berasal dari keluarga Inggris yang sangat tua, Calvinis, tertanam begitu kuat nilai-nilai moral. Saya pikir, kamu tahu, saya adalah orang yang baik sepenuhnya, dan saya pikir kisah tentang saya benar-benar memperlihatkan bagaimana kuatnya sistem itu dan begitu kuatnya pengaruh "candu" seks, uang, dan kekuasaan, sehingga dapat membujuk rayu, karenanya saya begitu terbuai dan terbujuk. Dan jika saya tidak mengalami sendiri sebagai economic hit man, saya pikir saya akan sangat sulit mempercayai, ada yang melakukan hal itu. Dan inilah mengapa saya menulis buku ini, karena negara kita (Amerika) betul-betul harus dimengerti, jika masyarakat dari bangsa ini memahami bagaimana sebenarnya kebijakan luar negeri kita, apa arti hutang luar negeri sebenarnya, bagaimana perusahaan-perusahaan kita bekerja, kemana uang pajak kita digunakan, saya tahu kita akan menuntut perubahan.AMY GOODMAN Kita sedang mewawancarai John Perkins. Pada buku Anda, Anda mengatakan bagaimana Anda membantu menjalankan sebuah rencana rahasia menyalurkan miliaran dolar ke Arab Saudi lalu petro-dolar (Arab) kembali ke ekonomi Amerika, dan kemudian mengikat hubungan antara Pemerintahan Arab dan pemerintahan Amerika berturut-turut. Jelaskan.JOHN PERKINS Ya, ini adalah suatu waktu yang mencengangkan. Saya mengingatnya dengan baik, kamu (Amy) mungkin terlalu muda untuk mengingatnya, tapi saya mengingatnya dengan baik. Di awal 70-an OPEC menggenggam kekuasaan itu, dan memotong suplai minyak. Mobil-mobil kita antre begitu panjang di pompa-pompa bensin. Negara ini (Amerika) takut akan mengalami lagi kejadian seperti tahun 1929 -depresi besar ekonomi- ini sama sekali tidak bisa diterima. Lalu, mereka - Departemen Keuangan (Treasury Department) menyewa saya dan beberapa economic hit men yang lain. Kami kemudian pergi ke Arab Saudi. Kami ..AMY GOODMAN Anda benar-benar yang dinamakan economic hit men, EHM.JOHN PERKINS Ya, itu adalah julukan bagi kami. Secara legal, saya adalah pimpinan ekonom. Kami menjuluki kami sendiri EHM. Ini sepertinya tak seorangpun yang bakal mempercayainya jika kami mengungkapkannya, kamu tahu? Dan, lalu, kami pergi ke Arab Saudi di awal 70-an. Kami tahu Arab Saudi adalah kunci untuk melepaskan kita dari ketergantungan, atau mengontrol situasi. Dan kami bekerja menyelesaikannya dimana Kerajaan Arab menyetujui mengirimkan hampir semua petro-dolar mereka (minyak/emas hitam) dan mereka menginvestasikan pada sekuritas-sekuritas pemerintahan Amerika (U.S. Government Securities). Departeman Keuangan menggunakan bunga dari sekuritas-sekuritas itu untuk menyewa perusahaan-perusahaan Amerika untuk membangun Arab Saudi-kota-kota baru, infrastruktur baru- dan kita mengerjakannya. Dan kerajaan Arab menyetujui untuk menjaga harga minyak dalam batas kemampuan jangkauan kita (Amerika), mereka telah melakukannya bertahun-tahun, dan kami menyetujui menjaga kekuasaan Kerajaan Arab selama mereka melakukan hal yang kita inginkan, kami telah berhasil melakukannya.Inilah salah satu alasan kita menyerang Irak. Pertama kalinya, di Irak kita mencoba menjalankan straegi yang sama, yang begitu berhasil di Arab Saudi, tapi Saddam Hussein tidak mau tunduk. Ketika skenario economic hit men ini gagal, langkah lain yang dilakukan adalah yang kita namakan "serigala-serigala" (the jackals). "Serigala-serigala" itu adalah CIA, dengan mengirimkan orang-orang "masuk" (Irak) dan mencoba menggerakkan sebuah kudeta atau revolusi. Jika ini tidak berhasil, mereka melakukan operasi pembunuhan atau mencobanya. Pada kasus Irak, mereka tak mampu menjangkau Saddam Hussein. Ia mempunyai—- pasukan penjaganya (bodyguards) terlalu tangguh, berlapis-lapis. Mereka (CIA) tak dapat menjangkaunya. Lalu mereka melakukan langkah ketiga "pertahanan", jika economic hit men dan the jackals gagal, langkah lain "pertahanan" itu adalah orang-orang kita dikirimkan untuk terbunuh dan membunuh, inilah yang nyata-nyata telah kita kerjakan di Irak.AMY GOODMAN Terangkan bagaimana Torrijos terbunuh?JOHN PERKINS Omar Torrijos adalah Presiden Panama. Omar Torrijos telah menandatangani Perjanjian Kanal (Canal Treaty) dengan Carter — dan, kamu tahu, ini hanya melalui persetujuan satu orang anggota Senat/Kongres. Ini adalah isu tingkat tinggi. Dan Torrijos kemudian juga pergi dan bernegosiasi dengan Jepang untuk membangun sebuah kanal-laut di Panama. Jepang berkeinginan membiayai dan membangun kanal-laut di Panama itu. Perundingan Torrijos ini membuat sangat marah Perusahaan Bechtel, waktu itu direkturnya adalah George Schultz dan senior council adalah Casper Weinberger. Ketika Carter terdepak (dan terdapat cerita yang menarik- apa sebenarnya yang terjadi), ketika ia kalah dalam pemilihan, dan Reagan terpilih, lalu Schultz menjadi menteri luar negeri dari Bechtel, serta Weinberger dari Bechtel juga menjadi menteri pertahanan, mereka benar-benar marah pada Torrijos - mencoba menegosiasi kembali Perjanjian Kanal dan untuk tidak berhubungan dengan Jepang. Ia (Torrijos) tetap tak bergeming, menolak.Ia adalah sosok yang punya prinsip. Ia memang punya persoalan dalam dirinya, tapi ia adalah seorang yang punya prinsip. Ia adalah orang yang mengagumkan, si Torrijos itu. Dan kemudian, ia terbunuh dalam kecelakaan pesawat yang mengerikan, dimana ini berhubungan dengan tape recorder yang meledak bersamanya, dimana —- Saya ada di sana (Panama). Saya sedang bekerja sama dengan dia. Saya tahu, kami (economic hit men) telah gagal. Saya tahu para "serigala-serigala" (the jackals) sedang mendekati dia, dan kemudian, pesawatnya meledak dengan sebuah tape recorder dengan bom didalamnya. Saya tak meragukan sama sekali bahwa ini adalah "sanksi" dari CIA, dan sebagian besar - para investigator Amerika Latin mempunyai kesimpulan yang sama. Tentu saja, kita tak pernah tahu tentang hal ini di negara kita (Amerika).AMY GOODMAN Lalu, dimana - kapan Anda mengubah pandangan Anda?JOHN PERKINS Saya merasa sangat bersalah sepanjang waktu, tapi saya dibujuk rayu. Kekuatan obat-obatan, seks, kekuasaan, dan uang, sungguh terlalu sangat kuat bagi saya. Dan, tentu saja, saya melakukannya sebagai seorang yang tepat. Saya adalah pimpinan ekonom. Saya melakukan sesuatu yang Robert McNamara (Presiden Bank Dunia) inginkan dan begitu juga kelanjutannya.AMY GOODMAN Bagaimana dekat Anda dengan Bank Dunia?JOHN PERKINS Sangat, sangat dekat dengan Bank Dunia. Bank Dunia menyediakan hampir semua biaya yang digunakan economic hit men, ia (Bank Dunia) dan IMF. Tapi ketika terjadi 11 September (WTC ditabrak pesawat), saya berubah pandangan.Saya tahu cerita kejadian ini harus diungkapkan karena apa yang terjadi pada 11 September adalah akibat langsung dari apa yang economic hit men lakukan. Dan hanya dengan jalan bahwa kita merasa aman pada negara ini kembali, dengan adanya rasa kebaikan tentang kita, dimana kita menggunakan sistem kita untuk melakukan perubahan positif di berbagai belahan dunia. Dan saya percaya kita dapat melakukannya. Saya percaya bahwa Bank Dunia dan institusi lain dapat diubah dan melakukan apa yang sebenarnya harus dilakukan, yaitu merekonstruksi bagian-bagian yang luluh-lantak di dunia. Menolong, sungguh-sungguh menolong orang-orang miskin. Ada 24 ribu manusia mati kelaparan tiap hari di dunia. Kita dapat merubah itu.AMY GOODMAN John Perkins, saya mengucapkan terima kasih sekali Anda telah bersama kami. John Perkins seorang yang telah menulis Confessions of an Economic Hit Man.——-[1]

Diterjemahkan secara bebas oleh Setyo Budiantoro (Bina Swadaya), dari wawancara John Perkins dengan kantor berita Democracy Now (Amerika).Warning: Apapun yang anda baca, lihat, dan dengar, haruslah dicerna dan disikapi dengan sebaik-baiknya, serta ditimbang dengan logika dan rasio yang wajar, tanpa prasangka dan praduga. Jaga pikiran anda agar tetap terbuka dan bersikaplah dewasa. Apapun yang Anda baca adalah tanggungjawab Anda sendiri untuk memilahnya. Karena apa yang belum pernah Anda baca, fakta ataupun sekedar issue, seringkali sangat menakutkan.
Selengkapnya...

Saturday, January 9, 2010

Menggagas Pemerintahan Ideal Perspektif Islam

Judul Asli : Nidhamul Hukmi fil Islam
Penulis : Abdul Qadim Zallum
Penerbit : Al-Izzah
Tahun Terbit : 2002
Jumlah Halaman : xi + 335 Halaman

Di Negara Republik Indonesia, pergantian kepala negara akan terjadi lagi. Kursi wakil presiden pun diperebutkan. Kekuasaan sekali lagi akan dibagi-bagi. Sementara itu, sistem pemerintahan khususnya dan sistem kehidupan secara umum tetap sekularisme. Tidak berubah. Krisis pun belum pulih. Apakah pemerintahan baru dapat mengatasi krisis? Ataukah bakal lagi jatuh menjadi korban seperti pemerintahan sebelumnya? Waktulah yang akan membuktikan. Namun, pemerintahan ideal yang bagaimana yang dikehendaki Islam? Sejatinya jawabannya bisa didapatkan pada buku ini .Kehadiran buku ini setidaknya ingin mencoba menawarkan sebuah sistem pemerintahan alternatif perspektif Islam dalam upaya menciptakan Clean Government dan Good Governance.



Buku ini lahir ketika gelombang perang pemikiran Barat menghantam umat Islam. Pengaruh yang dapat diindera salah satunya adalah persepsi umat Islam telah terkontaminasi dengan pemahaman bahwa Islam adalah agama monastisisme (kependetaan) , Islam tidak mempunyai sistem yang layak untuk memecahkan berbagai problem kehidupan pada era sekarang, Islam juga tidak mempunyai sistem pemerintahan bagi sebuah negara (hlm. v).


Hal utama yang menjadi bahasan saat membincangkan pemerintahan adalah untuk apa suatu pemerintahan dibangun. Secara umum, tentu saja, tujuan dibentuknya pemerintahan adalah untuk menjaga suatu sistem ketertiban di mana masyarakat bisa menjalani kehidupannya secara wajar. Pemerintahan modern pada hakikatnya adalah pelayanan kepada masyarakat. Bukan untuk melayani diri sendiri.


Ringkasnya, tujuan dibentuknya pemerintahan untuk mengurusi berbagai urusan dan keperluan masyarakat. Sampai di sini tampak bahwa persoalan aturan apa atau aturan mana yang digunakan untuk mengurusi urusan masyarakat melalui pemerintahan itu merupakan perkara penting yang kalau keliru menetapkan hal ini berarti malapetaka.Seperti sama-sama dipahami, aturan itu haruslah ditetapkan oleh pihak yang mengetahui dan memahami persoalan. Misal, tidak mungkin seorang yang mengerti menerima dan mempercayai resep obat yang ditulis oleh seorang petani yang tidak tahu menahu tentang kesehatan, farmasi, apalagi dunia kedokteran. Resep itu semestinya dibuat oleh pihak yang tahu betul tentang penyakit dan obatnya. Begitu pula dalam persoalan lain.


Mengikuti pemikiran seperti itu, aturan yang ditegakkan untuk mengatur manusia haruslah berasal dari Dzat yang mengetahui betul seluk-beluk dan karakteristik manusia. Dia itu hanyalah Allah SWT. Sementara manusia itu lemah. Karenanya, aturan dan hukum untuk mengatur manusia yang berasal dari Allah SWT itulah yang akan dapat mengatur manusia secara harmonis.


Pemerintahan yang ideal baik secara i'tiqbdi maupun realitas adalah pemerintahan yang mengurusi urusan-urusan masyarakat dengan menegakkan aturan dan hukum Allah SWT yang dibawa oleh Rasulullah saw. Dengan kata lain, pemerintahan yang ideal adalah pemerintahan yang menegakkan dan memberlakukan seluruh hukum Islam. Abdul Qadim Zallum mengawali bukunya dengan melakukan komparasi dan kritik pemikiran secara adil terhadap sistem pemerintahan yang lain, seperti Monarkhi, Republik, Kekaisaran dan Federasi. Setelah itu ia paparkan secara sistemik pilar-pilar pemerintahan dalam Islam beserta perangkat yang menopang tegaknya pemerintahan.


Pada bab-bab yang lain dikemukakan penjelasan secara jernih mengenai kewajiban untuk mengaktualisasikan Islam secara global dan serempak. Salah satu titik tekan yang dikemukakan Zallum adalah perlunya didirikan sebuah partai politik Islam yang menyeru kepada Islam, melakukan amar ma’ruf nahi munkar serta mengoreksi para pejabat yang memegang tampuk kekuasaan pemerintahan terhadap semua tindakan dan tingkah laku yang mereka lakukan. Bahkan secara tegas Zallum menyatakan bahwa jaminan sesungguhnya kesempurnaan dalam penerapan Islam, adalah adanya partai politik Islam.


Pada cetakan ini penerbit telah melakukan takhrij hadist artinya bahwa hadist-hadist yang digunakan sebagai dalil dalam buku ini telah diyakini kesahihannya berdasarkan referensinya. Sejak dicetak pertama kali tahun 1953, buku ini telah mendapatkan sambutan luar biasa dari berbagai negara. Pembahasannya terasa utuh dalam satu kesatuan pemikiran, sistematis dalam satu rangkaian kerangka berpikir, terinci hingga ke relung-relung permasalahan serta aplikatif. Daya dobrak pemikiran buku ini telah menjawab kegamangan dan kebingungan umat Islam tentang gambaran konkret pemerintahan dalam Islam. Pembaca begitu mudah untuk segera mendapatkan gambaran utuh tentang konsep serta operasionalisasinya.


Maka layaklah buku ini dijadikan rujukan oleh setiap muslim, para aktivis dakwah, tokoh-tokoh politisi muslim dalam masyarakat yang mempunyai kepedulian mendalami hukum tata pemerintahan Islam.****

Selengkapnya...

QUANTUM REZEKI; Teknik Membuka Pintu Rezeki


Penulis : Tenas A. Samudra

Penerbit : Araska, Mei 2008

Harga : Rp. 25.900


Ada banyak pintu rezeki pemberia Allah Swt. Sekarangtinggal bagaimana kita berikhtiar membuka pintu rezekitersebut. Mungkin kemudian anda akan bertanya, mengapakadang pintu rezeki kadang susah dibuka? Nah, ini dia,jangan-jangan selama ini anda salah pintu. Andamengetuk pintu rezeki yang salah. Atau anda salahmemegang kunci. Atau anda tidak punya kunci samasekali.



Kini anda tidak perlu kawatir, semua kunci-kunci pinturezeki tersebut telah dipaparkan dengan gamblang dibuku ini, diambil dari Al-Qur'an dan Sunnah. Andatinggal mengambil dan mengamalkannya.


Selain mengurai sekian banyak kunci pintu rezeki yangmenjadi rahasia lapang rezeki, buku ini jugadilengkapi kisah-kisah nyata menarik dan inspiratiftentang bagaimana rezeki datang menghampiri seseorang,dan bagaimana pula orang tersebut menjemputnya, amalanzikir dan doa mendatangkan rezeki, panduan mencarirezeki halal, menjadi entrepreneur seperti Rasulullah,dll. Insya Allah dengan mengamalkan buku ini anda akanmendapatkan keluasan rezeki dari Allah Swt. Amin.Dapatkan bukunya di Gramedia, Gunung Agung, Toga Mas,Uranus, dll.

Selengkapnya...

Hidup Sejahtera dalam Naungan Islam


Penulis : Abdul Aziz al Badri

Penerbit : Gema Insani Press, Jakarta

Tebal : 69 halaman


Menganggap Islam tidak memberikan solusi bagi suatu masalah adalah hal yang lumrah di masa sekarang. Hasilnya, Islam tak lagi dipandang, aturannya tak lagi tersentuh, dan ummatnya tak lagi punya rasa percaya diri.Pemutarbalikan fakta inilah yang coba diungkap oleh buku ini, yang menjelaskan Islam dari sudut pandang yang khas dan sulit dijumpai pada penulis lain secara objektif.



Dalam buku ini, penulis berani menohok peradaban barat yang kental dengan liberalisme/kebebasannya, yang saat ini dijadikan dewa idaman oleh ummat, namun membuat hasil yang jauh dari harapan, kesenjangan social yang parah, kebebasan bersaing dan menciptakan berbagai kelompok yang selalu berupaya untuk mengausai segala sektor kehidupan alias monopoli.


Sebelumnya, jauh-jauh sebelum konsep kapitalis dan sosialis lahir, Islam telah menawarkan dan merealisasikan konsep sistem pemeliharaan dan pengaturan urusan rakyat, cara pemenuhan kebutuhan pokok, penanganan kemiskinan, kesejahteraan hidup dan lain sebagainya, yang tidak akan bertentangan dengan fitrah manusia.


Islam tidak muncul dari suatu kesengsaraan social yang bersifat nisbi dan kondisional, namun adalah sebuah aturan mulia yang bertolak dari pandangan dasar tentang manusia dan kehidupan (aqidah). Islam memandang bahwa manusia punya keterikatan dengan hukum dan tata aturan dari Allah Swt pencipta alam semesta.Bukti-bukti inilah yang coba diungkapkan oleh penulis. Sebuah solusi dan fakta yang pasti tidak akan mampu terbantahkan bahwa Islam-lah yang terbaik.

Selengkapnya...

Diskursus Islam Politik dan Spiritual


Penulis : Hafidz Abdurrahman
Penerbit : Al-Azhar Press, Bogor
Tahun Terbit : 2004
Tebal Buku : 303 halaman.

Islam kaffah. Itulah tuntutan Allah SWT kepada kita sebagai Muslim. Kita pun, sebagai Muslim, senantiasa berdoa memohon kebaikan dan kesuksesan hidup di dunia maupun di akhirat. Persoalannya sering kita tidak sadar dengan doa yang senantiasa kita panjatkan itu. Kita mengabaikan petunjuk-petunjuk Allah SWT agar sukses di dunia dan di akhirat. Tidak jarang di antar kita “ngoyo” mencari dunia, pergi subuh pulang malam, lupa sholat, lupa doa, lupa Allah SWT.



Seolah-olah dengan harta yang kita uber itu semua persoalan bisa kita selesaikan. Ada pula di antara kita yang “nongkrong” di masjid terus-menerus, tak pernah keluar mencari kehidupan, pasrah dengan perkembangan di luar yang mengarah kepada deislamisasi segala sisi kehidupan. Seolah-olah krisis ekonomi, kebobrokan birokrasi, korupsi dan kolusi yang merajelela, dekadensi moral, kriminalitas dan lain-lain akan terkikis habis dengan doa-doa dan istighosah yang mereka panjatkan.
Ada juga di antara kita yang rajin mengerjakan perintah sholat, puasa, dan ibadah ritual lainnya, namun dalam berbagai aspek kehidupan mereka membuat pemecahan problem dengan cara-cara dari luar Islam. Dalam politik, mereka pakai demokrasi, bahkan ada yang pakai premanisme. Dalam masalah ekonomi, mereka pakai cara kapitalis dan lintah darat.
Seolah tidak ada ruang bagi Allah SWT untuk mengatur kehidupan selain dzikir, tahlil, sholat, sholawat, dan sebagainya. Inilah berbagai ketidak-nyambungan antara doa “sapujagad” kita di atas dengan aktivitas alias usaha yang kita lakukan. Tidak seperti agama-agama lain yang umumnya hanya bicara masalah spiritualitas, Islam ternyata menjelaskan dan mengatur urusan keduniaan, baik secara global maupun secara rinci.
Seluruh urusan umat diatur oleh Islam dengan hukum syariahnya. Dengan melihat berbagai fenomena/fakta real diatas, lewat buku Diskursus Islam Politik dan Spiritual ini, penulis memberikan pandangan sekaligus jawaban terhadap fenomena/fakta tersebut. Dalam karyanya ini, beliau ungkap tentang ke maha luasan dari ajaran agama Islam dalam segala aspek kehidupan, politik, ekonomi, kehidupan sosial, permasalahan hukum (yudikatif) dan lain sebagainya.
Dengan kepiawaiannya, beliau mampu melihat seluruh aspek dalam ajaran Islam yang maha sempurna, seperti pandangan Islam agama politik dan spiritual (hal.21-24), hakikat manusia menurut Islam (hal. 41-43), hukum syara yang berkaitan dengan masalah manusia dengan Allah (hal. 194-199), Sistem ekonomi, politik, sosial ke-masyarakatan (an-nidham al-ijtima’i), serta pendidikan dalam Islam (hal. 200-211), hukum Islam di seputar masalah manusia dengan dirinya (hal. 213- 216).
Setelah secara gamblang menjelaskan seluruh aspek kehidupan dalam sudut pandang Islam, beliau juga menjelaskan secara sistematis metode (Islamic method) dalam pelaksanaan atau penerapan hukum-hukum yang ada dalam Islam. Seperti metode menerapkan hukum Islam (hal. 224-230), metode menjaga syari’at Islam:khilafah Islam (hal. 232-235), metode menjaga syari’at Islam: jaminan reformasi dan kontrol terhadap khilafah (hal. 240-242), metode mengemban Islam: dakwah, jihad di jalan Allah, partai politik Islam, adanya khilafah (hal. 245-255).
Namun, tidak hanya samapai disitu, beliau juga melengkapinya dangan sumber-sumber pemikiran Islam dan metode Islam (hal. 257-272). Oleh karena itu, mempelajari, memahami, dan berjuang mewujudkan kembali eksistensi Islam sebagai agama spiritual dan politik secara kaffah, merupakan tugas suci yang harus diemban setiap Muslim sampai akhir hayatnya. Melalaikan hal itu, apalagi menyesatkan masyarakat dengan mempropagandakan bahwa Islam itu tidak pernah membahas politik dan jangan dicampuri dengan politik, adalah suatu penyimpangan dan perbuatan dosa yang kelak akan dipertanggungjawabkan di hadapan Allah SWT. Menerima sebagian Islam (masalah spiritualitas dan moralitas saja) dan menolak sebagian yang lain (politik, ekonomi, kehidupan sosial, pendidika, dan lain-lain), merupakan penyimpangan dari Islam.
Kehadiran buku ini sangatlah bernilai tinggi bagi (pengemban risalah Islam) yang selama ini bergerak untuk membangkitkan kembali umat yang sudah terlelap begitu lama dari tidur dan juga memberikan pencerahan (enlightment) kepada orang-orang yang selama ini menganggap dan bersikap sinis bahwa Islam hanyalah sebuah ajaran spiritualitas belaka.

Selengkapnya...

RARA MENDUT


Pengarang : Y.B. Mangunwijaya
Penerbit : GPUTebal : 802 halaman

Cetakan I : 2008 Harga : Rp. 95.000,-


Begitu buku ini muncul, kenangan akan tulisan Rama Mangun tentang Puntung-puntung Rara Mendut yang pernah kunikmati di masa SMP dulu seketika menggelegak. Tak membuang banyak waktu, segera kupesan Rara Mendut Sebuah Trilogi ini di sebuah toko buku online. Tak kusangka, beberapa hari kemudian aku dipaksa tercengang saat membuka paket yang kupesan. Ukuran dan tebalnya itu, plus ukuran hurufnya yang lumayan kecil sempat membuatku bertanya, bosan nggak ya, membacanya.






Ternyata, harus kuakui kemudian, tak akan pernah muncul kata bosan membaca salah satu master piece pastor yang telah berpulang pada Januari 2000 ini. Selain karena jalinan ceritanya yang mengasyikkan, pepatah dan syair-syair dalam tembang Jawa yang bertaburan di dalamnya, juga keahlian penulis dalam melontarkan joke-joke segar.Buku ini terdiri dari 3 bagian. Yang pertama berjudul Rara Mendut yang mengisahkan perjalanan hidup seorang gadis pantai dari pesisir Jawa tepatnya di wilayah kadipaten Pati yang terampas dari lingkungan yang membesarkannya. Perjalanan nasib sebagai budak rampasan membawanya sampai ke tangan Tumenggung Wiraguna, salah seorang panglima perang kerjaan Mataram.


Namun demi cintanya pada Pranacitra, perempuan trengginas ini mampu melibas jeruji nasib yang disorongkan kepadanya dan memilih takdirnya sendiri.Bagian kedua berjudul Genduk Duku, yang mengisahkan perjalanan sahabat Rara Mendut setelah nasib memisahkannya dengan sahabat sekaligus kakak yang sangat dicintai dan diidolakannya itu. Perempuan berdarah setengah Sumbawa yang ahli berkuda ini sesungguhnya ingin menghindari kontak dengan kerajaan setelah apa yang menimpa kakak angkatnya.


Namun toh nasib masih menyeretnya menjadi saksi atas intrik yang terjadi di dalam istana Mataram.Bagian ketiga mengisahkan petualangan anak Genduk Duku bernama Lusi Lindri yang menjadi salah satu anggota pasukan pengawal khusus Raja Mataram, Sunan Amangkurat I. Kedekatannya dengan keluarga kerajaan membawanya pula pada labirin rahasia serta intrik yang terjadi di kerajaan. Sebagaimana Rara Mendut dan Genduk Duku ibunya, Lusi Lindri akhirnya memilih memenangkan nuraninya, berjuang demi idealisme yang digenggam.


Membaca kisah ketiga ksatria wanita ini, sebagai seorang wanita, aku merasakan keberpihakan pengarang pada sosok perempuan. Apalagi setting cerita di masa kerajaan dimana perempuan diposisikan tak lain sebagai kanca wingking yang sendika dawuh, tak memiliki andil dalam pengambilan keputusan laki-laki. Namun sesungguhnya, dalam kehalusannya tutur dan lakunya itulah, wanita banyak meracuni logika lelaki hingga kadang salah langkah, terperosok ke jurang yang menghinakan kemanusiaannya sendiri.


Banyak hal yang kudapatkan dari menikmati buku ini. Tentang jiwa manusia, tentang agungnya budaya dan falsafah Jawa, serta tentang kebijaksanaan- kebijaksanaan hidup yang bisa kita pelajari dari kisah Babad Tanah Jawi masa lalu yang masih relevan di jaman sekarang.Mungkin buku ini akan lebih ciamik jika disisipi peta jaman kerajaan Mataram dulu, pembagian-pembagian wilayahnya, sehingga memudahkan pembaca untuk membayangkan perjalanan tokohnya melintas di tanah Jawa.Tanah Baru, 2/05/08 22.58


http://lembarkertas .multiply. com


Selengkapnya...

Thursday, January 7, 2010

Tahlil dan Kenduri; Tradisi Santri dan Kiai


Penulis : H.M. Madchan Anies
Penerbit : Pustaka Pesantren, Yogyakarta
Cetakan : I, Februari 2009
Tebal : xii + 180 halaman


Umat Islam di Indonesia khususnya warga NU (Nahdliyin) telah mentradisikan tahlil dalam berbagai hajatan, seperti yang biasa dilaksanakan 7 hari, 40 hari, 100 hari, atau 1000 hari dari kematian keluarga/tetangganya. Di kalangan pesantren, santri dan keluarga ndalem biasanya menyelenggarakan acara haul untuk melakukan “kiriman doa” kepada kiainya yang telah meninggal dunia. Tentang tahlil, sebagian masyarakat kita masih terkotak pada dua kelompok pro dan kontra. Ada yang menganggap bahwa tahlil merupakan tradisi baru, yang tidak pernah diajarkan oleh Nabi SAW, mereka menganggap tradisi tahlil sebagai bid’ah, sehingga tidak selayaknya sebagai seorang muslim untuk mengamalkannya. Sementara, di pihak lain (baca: kaum Nahdliyyin), meski sebagian dari mereka belum tahu persis landasan hukumnya, namun hal ini tidak mengurangi semangatnya untuk mengamalkan tahlil.



Tradisi tahlilan merupakan salah satu hasil akulturasi antara nilai-nilai masyarakat setempat dengan nilai-nilai Islam, di mana tradisi ini tumbuh subur di kalangan Nahdliyyin. Sementara ormas-ormas lainnya cenderung memusuhi bahkan berusaha mengikisnya habis-habisan. Seakan-akan tradisi tahlilan menjelma sebagai tanda pembeda apakah dia warga NU, Muhammadiyah, Persis, atau yang lainnya. Terjadinya polemik tentang tahlil tersebut, tentu bisa berdampak pada rusaknya ikatan kekeluargaan antar muslim, seperti saling menuduh dan menyesatkan kelompok lainnya, timbulnya rasa curiga yang berlebihan.

Memang, -harus dipahami- tahlil sampai saat ini masih menjadi masalah khilafiyah yang harus diterima dengan lapang dada. Ritual tahlil memang tidak dituntunkan oleh Rasulullah SAW, sehingga bukan merupakan bentuk ibadah mahdhah, bukan ibadah khusus. Ritual tahlil ini sekedar amalan baik yang memiliki keutamaan dan faedah. Bila faedah dari amalan tahlil ini dapat menghantarkan umat untuk tergerak menjalankan syariat-syariat yang wajib, bahkan lalu menjadi sarana utama dan pertama juga agar warga tergerak; maka tradisi tahlil tentu dapat menjadi sarana strategi dakwah umat Islam.

Tetapi, ada beberapa hal yang menjadi koreksi bagi penganut tradisi tahlil. Adalah mayoritas jamaah yang pro-tahlil ini hanya sedikit yang mengerti pijakan hukum tentang tradisi tahlil. Oleh karenanya, diharapkan dengan terbitnya buku ini dapat menambah referensi tentang tahlil. Sehingga dapat menambah keyakinan dan kemantapan hati dalam setiap mengamalkan tahlil. Karena, jika kita mengamalkan sesuatu yang disertai dengan pemahaman landasan hukum yang kuat dan benar tentu akan dapat membuat hati lebih mantap dan yakin.

Melalui buku ini, penulis mengupas secara gamblang terkait tahlil. Bagian awal, diberikan penjelasan beberapa istilah seputar tahlil, yakni zikir, selamatan, kenduri, dan berkat. Istilah tersebut dijelaskan secara detail mulai dari asal katanya hingga landasan hukumnya. Di bagian kedua, penulis memberikan wawasan kepada pembaca terkait dengan amal saleh, meliputi shalat, puasa, sedekah, berdoa, membaca al-Qur’an, bershalawat kepada Nabi, dan zikir. Untuk mengantarkan pembaca dalam rangka memahami tahlil dan seluk-beluknya, di bagian tiga diuraikan tentang hadiah pahala yang membahas bagaimana menerima pahala amal sendiri, menerima manfaat dari amal orang lain, memeroleh manfaat dari syafaat, menghadiahkan pahala amal, ahli kubur selalu menunggu “kiriman”, dan berziarah kubur dan manfaatnya.

Adapun kerangka atau rangkaian dasar bacaan tahlil dan urut-urutannya dapat dibaca pada bagian empat. Madchan Anies memaparkan ada sembilan bagian pokok dalam tahlil, yaitu 1) tentang hadrah dan al-Fatihah; 2) surat al-Ikhlas, al-Mu’awwidzatain, dan al-Fatihah; 3) tentang permulaan surat al-Baqarah; 4) tentang surat al-Baqarah 163 dan ayat kursi; 5) tentang ayat-ayat terakhir surat al-Baqarah; 6) tentang bacaan tarhim dan tabarruk dengan surat Hud 73 dan al-Ahzab 33; 7) tentang shalawat, hasbalah, dan hauqolah; 8) tentang bacaan istighfar, tahlil, dan tasbih; dan 9) tentang doa penutup tahlil. Penulis melengkapi pada bagian empat ini dengan menjabarkan keutamaan kalimat-kalimat suci tersebut dalam setiap bagian tahlil. Sementara di bagian akhir, penulis menambahkan hal-hal yang terkait dengan tahlil, meliputi kenduri (ambengan), membaca surat Yasin, Fidyah, dan Fida’ atau Ataqah.

Kiranya, buku ini perlu juga dibaca bagi pembaca yang “merasa” kontra terhadap tradisi tahlil. Setidaknya agar mereka membuktikan sendiri bahwa tradisi yang dipraktikkan oleh saudara mereka (baca: warga Nahdliyyin) juga memiliki pijakan dalil syar’i yang kuat. Walhasil, dengan memahami tahlil berikut landasannya, diharapkan akan tercipta sikap saling pengertian demi terwujudnya penguatan persaudaraan antar sesama. Semoga!

Selengkapnya...

Sunday, May 11, 2008

AKU TIDAK NGUPIL SEMBARANGAN


Penulis: Benny Rhamdani

Penerbit : DAR! Mizan

Harga : Rp59.000,-


Suatu hari Ali lari terbirit-birit dikejar Nisa. Nisa yang sebel sama Ali tidak mau melepaskan Ali, ia terus mengejarnya. Kejar-kejaran itusampai juga ke ruang tengah, waktu itu Ibu sedang bersantai.


Ibu kaget mendengar teriakan dan jeritan anak-anaknya."Nisa sayang, kenapa kamu main kejar-kejaran di rumah?" tanya Ibu."Habis Ali sih bu... ia ngupil sembarangan dan melemparkannya dimana saja. Upil itu kena Nisa. "Iihhh... jorokkkk.." jawab Nisa sebel.



Oohh... itu rupanya yang membuat mereka ribut, kata ibu dalam hati. Ibulalu menjelaskan bagaimana kenapa kita tidak boleh membuang Upil sembarangan. Hehmm... teman-teman tau gak sih upil itu apa? Lalu Bagaimana cara ibu meredakan kemarahan Nisa? Nah, untuk mengetahui kelanjutan ceritanya, teman-teman dapat langsung membacanya sendiri.

Selengkapnya...

DRAMA INDONESIA

Drama Indonesia Slideshow: Royun’s trip from Jakarta, Java, Indonesia to Bogor was created by TripAdvisor. See another Bogor slideshow. Take your travel photos and make a slideshow for free.